حيات الدنيا حيات قليلة فلا تلغ حياة أبدية

Rabu, 09 Desember 2015

Kumpulan Hadits Mutawatir menurut Sembilan Imam Hadits (bag. 1)

logo post

Definisi singkat tentang Hadits Mutawatir


Sebelum penulis menyajikan hadits- hadits Rasulullah yang terkategori mutawatir, sebaiknya pembaca juga lebih baik mengetahui apa itu hadits mutawatir?

Mutawatir (b. Arab: متواتر, mutawātir) ialah kata serapan bahasa Arab yang bermaksud "diturunkan daripada seorang ke seorang." Istilah ini digunakan dalam pengajian Ulum al-Quran dan Mustalah Hadits. Hadits Mutawatir ialah nas hadits yang diketahui/diriwayatkan oleh beberapa bilangan orang yang sampai menyampai perkhabaran (Al-Hadits) itu, dan telah pasti dan yakin bahwa mereka yang sampai menyampai tersebut tidak bermuafakat berdusta tentangnya. Ini kerana mustahil terdapat sekumpulan periwayat dengan jumlah yang besar melakukan dusta.
Hadits Mutawatir, iaitu hadits yang memiliki banyak sanad dan mustahil perawinya berdusta atas Nabi Muhammad , sebab hadits itu diriwayatkan oleh banyak orang dan disampaikan kepada banyak orang. Contohnya, "Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempatnya dalam neraka. " (H.R Bukhari, Muslim, Ad Darimi, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmizi,. Abu Ha'nifah, Tabrani, dan Hakim).
Menurut para ulama hadits, hadits tersebut di atas diriwayatkan oleh lebih dari seratus orang sahabat Nabi dengan seratus sanad yang berlainan. Oleh sebab itu jumlah hadits Mutawatir tidak banyak. Keseluruhan daripada ayat-ayat al-Quran adalah mutawatir, manakala terdapat sebagian hadits saja yang mutawatir. Hadits yang tidak mencukupi syarat-syarat mutawatir dikenali sebagai Hadis Ahad.

Hadis Mutawatir terbagi dua:

  1. Mutawatir Lafdzi, yakni perkataan Nabi.
  2. Mutawatir Amali, yakni perbuatan Nabi.

Syarat-Syaratnya:

Dari definisi di atas jelaslah bahwa hadits mutawatir tidak akan terwujud kecuali dengan empat syarat berikut ini:
  1. Diriwayatkan oleh jumlah yang banyak.

  2. Jumlah yang banyak ini berada pada semua tingkatan (thabaqat) sanad.

  3. Menurut kebiasaan tidak mungkin mereka bersekongkol / bersepakat untuk dusta.

  4. Sandaran hadits mereka dengan menggunakan indera seperti perkataan mereka : kami telah mendengar, atau kami telah melihat, atau kami telah menyentuh, atau yang seperti itu. Adapun jika sandaran mereka dengan menggunakan akal, maka tidak dapat dikatakan sebagai hadits mutawatir.


Apakah untuk Mutawatir Disyaratkan Jumlah Tertentu?


  1. Jumhur ulama berpendapat bahwasannya tidak disyaratkan jumlah tertentu dalam mutawatir. Yang pasti harus ada sejumlah bilangan yang dapat meyakinkan kebenaran nash dari Rasulullah .

  2. Diantara mereka ada yang mensyaratkan dengan jumlah tertentu dan tidak boleh kurang dari jumlah tersebut.

  3. Ada yang berpendapat : Jumlahnya empat orang berdasarkan pada kesaksian perbuatan zina.

  4. Ada pendapat lain : Jumlahnya lima orang berdasarkan pada masalah li’an.

  5. Ada yang berpendapat lain juga yang mengatakan jumlahnya 12 orang seperti jumlah pemimpin dalam firman Allah (yang artinya) : “Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin” (QS. Al-Maidah ayat 12). Ada juga yang berpendapat selain itu berdasarkan kesaksian khusus pada hal-hal tertentu, namun tidak ada ada bukti yang menunjukkan adanya syarat dalam jumlah ini dalam kemutawatiran hadits.


  6. Sudah jelas bahwa inti dari hadits mutawatir adalah suatu hadits yang dikhabarkan oleh banyak perawi dan juga banyak jalur pensanatan, jadi banyak kita jumpai di banyak penyampaian hadits mutawatir tidak diikutsertakan sanadnya karena sudah jelas sanad-sanadnya di setiap perawi tidak akan sama, kadang banyak dijumpai walau dalam satu perawi namun jalur sanadnya banyak, jadi penulis kali hanya mengikutsertakan sanad dalam satu perawi saja. Baiklah, langsung saja penulis sajikan hadits-hadits mutawatir menurut ulama hadits yang sembilan:


    BAB IMAN bagian 1

    Topik Hadits:


    1. Tentang perkara-perkara imam.
    2. Penjelasan tentang Iman, Islam dan Ihsan.
    3. Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.
    4. Tanda-tanda keimanan adalah mencintai sahabat anshar.
    5. Penjelasan tentang iman yang dengannya bisa memasukkan ke dalam surga.
    6. Malu bagian dari iman.
    7. ”Maka jika mereka bertaubat, menegakkan shalat dan membayar zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan.”.
    8. Perintah untuk memerangi manusia hingga manusia mengucapkan 'tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.
    9. Dalil bahwa barangsiapa meninggal di atas tauhid akan masuk surga.
    10. Bertambah dan berkurangnya iman.
    11. Pertanyaan malaikat Jibril kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang iman, Islam, Ihsan dan pengetahuan akan hari qiyamat.

    Tentang perkara-perkara imam
    Dalam sebuah riwayat dikatakan:

    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجُعْفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

    عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ

    Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad Al Ju'fi[1] dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Abu 'Amir Al 'Aqadi[2] yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal[3] dari Abdullah bin Dinar[4] dari Abu Shalih[5] dari Abu Hurairah[6] dari Nabi , beliau bersabda: "Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman".

    (HR. ABU DAUD NO - 4162. AHMAD NO - 9333. BUKHARI NO - 8. IBNU MAJAH NO - 57. MUSLIM NO - 50, 51. NASA'I NO - 4918, 4920.)


    Penjelasan tentang Iman, Islam dan Ihsan
    Dalam sebuah riwayat dikatakan:

    حَدَّثَنِي أَبُو خَيْثَمَةَ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ كَهْمَسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ ح و حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ وَهَذَا حَدِيثُهُ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا كَهْمَسٌ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ قَالَ كَانَ أَوَّلَ مَنْ قَالَ فِي الْقَدَرِ بِالْبَصْرَةِ مَعْبَدٌ الْجُهَنِيُّ فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَحُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيُّ حَاجَّيْنِ أَوْ مُعْتَمِرَيْنِ فَقُلْنَا لَوْ لَقِينَا أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلْنَاهُ عَمَّا يَقُولُ هَؤُلَاءِ فِي الْقَدَرِ فَوُفِّقَ لَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ دَاخِلًا الْمَسْجِدَ فَاكْتَنَفْتُهُ أَنَا وَصَاحِبِي أَحَدُنَا عَنْ يَمِينِهِ وَالْآخَرُ عَنْ شِمَالِهِ فَظَنَنْتُ أَنَّ صَاحِبِي سَيَكِلُ الْكَلَامَ إِلَيَّ فَقُلْتُ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّهُ قَدْ ظَهَرَ قِبَلَنَا نَاسٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ وَيَتَقَفَّرُونَ الْعِلْمَ وَذَكَرَ مِنْ شَأْنِهِمْ وَأَنَّهُمْ يَزْعُمُونَ أَنْ لَا قَدَرَ وَأَنَّ الْأَمْرَ أُنُفٌ قَالَ فَإِذَا لَقِيتَ أُولَئِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنِّي بَرِيءٌ مِنْهُمْ وَأَنَّهُمْ بُرَآءُ مِنِّي وَالَّذِي يَحْلِفُ بِهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ لَوْ أَنَّ لِأَحَدِهِمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فَأَنْفَقَهُ مَا قَبِلَ اللَّهُ مِنْهُ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ

    ثُمَّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَتِهَا قَالَ أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ قَالَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا ثُمَّ قَالَ لِي يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنْ السَّائِلُ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ

    حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْغُبَرِيُّ وَأَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ قَالُوا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ مَطَرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ قَالَ لَمَّا تَكَلَّمَ مَعْبَدٌ بِمَا تَكَلَّمَ بِهِ فِي شَأْنِ الْقَدَرِ أَنْكَرْنَا ذَلِكَ قَالَ فَحَجَجْتُ أَنَا وَحُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيُّ حَجَّةً وَسَاقُوا الْحَدِيثَ بِمَعْنَى حَدِيثِ كَهْمَسٍ وَإِسْنَادِهِ وَفِيهِ بَعْضُ زِيَادَةٍ وَنُقْصَانُ أَحْرُفٍ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ وَحُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَا لَقِينَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ فَذَكَرْنَا الْقَدَرَ وَمَا يَقُولُونَ فِيهِ فَاقْتَصَّ الْحَدِيثَ كَنَحْوِ حَدِيثِهِمْ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِيهِ شَيْءٌ مِنْ زِيَادَةٍ وَقَدْ نَقَصَ مِنْهُ شَيْئًا و حَدَّثَنِي حَجَّاجُ بْنُ الشَّاعِرِ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِ حَدِيثِهِمْ

    Telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah Zuhair bin Harb[7] telah menceritakan kepada kami Waki'[8] dari Kahmas[9] dari Abdullah bin Buraidah[10] dari Yahya bin Ya'mar[11]. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu'adz al-'Anbari dan ini haditsnya, telah menceritakan kepada kami Bapakku telah menceritakan kepada kami Kahmas dari Ibnu Buraidah dari Yahya bin Ya'mar dia berkata, "Orang yang pertama kali membahas takdir di Bashrah adalah Ma'bad al-Juhani, maka aku dan Humaid bin Abdurrahman al-Himyari bertolak haji atau umrah, maka kami berkata, 'Seandainya kami bertemu dengan salah seorang sahabat Rasulullah , maka kami akan bertanya kepadanya tentang sesuatu yang mereka katakan berkaitan dengan takdir.' Maka Abdullah bin Umar[12] diberikan taufik (oleh Allah) untuk kami, sedangkan dia masuk masjid. Lalu aku dan temanku menghadangnya. Salah seorang dari kami di sebelah kanannya dan yang lain di sebelah kirinya. Lalu aku mengira bahwa temanku akan mewakilkan pembicaraan kepadaku, maka aku berkata, 'Wahai Abu Abdurrahman, sesungguhnya nampak di hadapan kami suatu kaum membaca al-Qur'an dan mencari ilmu lalu mengklaim bahwa tidak ada takdir, dan perkaranya adalah baru (tidak didahului oleh takdir dan ilmu Allah).' Maka Abdullah bin Umar menjawab, 'Apabila kamu bertemu orang-orang tersebut, maka kabarkanlah kepada mereka bahwa saya berlepas diri dari mereka, dan bahwa mereka berlepas diri dariku. Dan demi Dzat yang mana hamba Allah bersumpah dengan-Nya, kalau seandainya salah seorang dari kalian menafkahkan emas seperti gunung Uhud, niscaya sedekahnya tidak akan diterima hingga dia beriman kepada takdir baik dan buruk.' Dia berkata, 'Kemudian dia mulai menceritakan hadits seraya berkata, 'Umar bin al-Khaththab[13] berkata, 'Dahulu kami pernah berada di sisi Rasulullah , lalu datanglah seorang laki-laki yang bajunya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan. Tidak seorang pun dari kami mengenalnya, hingga dia mendatangi Nabi lalu menyandarkan lututnya pada lutut Nabi , kemudian ia berkata, 'Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam? ' Rasulullah menjawab: "Kesaksian bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan puasa Ramadlan, serta haji ke Baitullah jika kamu mampu bepergian kepadanya.' Dia berkata, 'Kamu benar.' Umar berkata, 'Maka kami kaget terhadapnya karena dia menanyakannya dan membenarkannya.' Dia bertanya lagi, 'Kabarkanlah kepadaku tentang iman itu? ' Beliau menjawab: "Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk." Dia berkata, 'Kamu benar.' Dia bertanya, 'Kabarkanlah kepadaku tentang ihsan itu? ' Beliau menjawab: "Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." Dia bertanya lagi, 'Kapankah hari akhir itu? ' Beliau menjawab: "Tidaklah orang yang ditanya itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya." Dia bertanya, 'Lalu kabarkanlah kepadaku tentang tanda-tandanya? ' Beliau menjawab: "Apabila seorang budak melahirkan (anak) tuan-Nya, dan kamu melihat orang yang tidak beralas kaki, telanjang, miskin, penggembala kambing, namun bermegah-megahan dalam membangun bangunan." Kemudian dia bertolak pergi. Maka aku tetap saja heran kemudian beliau berkata; "Wahai Umar, apakah kamu tahu siapa penanya tersebut?" Aku menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.' Beliau bersabda: "Itulah jibril, dia mendatangi kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang pengetahuan agama kalian'." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid al-Ghubari dan Abu Kamil al-Jahdari serta Ahmad bin Abdah mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Yazid dari Mathar al Warraq dari Abdullah bin Buraidah dari Yahya bin Ya'mar dia berkata, 'Ketika Ma'bad berkata dengan sesuatu yang dia bicarakan tentang masalah takdir, maka kami mengingkari hal tersebut.' Dia berkata lagi, 'Lalu aku melakukan haji bersama Humaid bin Abdurrahman al-Himyari.' Lalu mereka menyebutkan hadits dengan makna hadits Kahmas. Di dalamnya terdapat sebagian tambahan dan kekurangan huruf." Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id al Qaththan telah menceritakan kepada kami Utsman bin Ghiyats telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Buraidah dari Yahya bin Ya'mar dan Humaid bin Abdurrahman keduanya berkata, "Kami bertemu Abdullah bin Umar, lalu kami menyebutkan tentang takdir dan pendapat mereka tentangnya, lalu dia mengisahkan hadits tersebut sebagaimana hadits mereka dari Umar radlialllahu 'anhuma dari Nabi , dan di dalamnya terdapat suatu tambahan dan pengurangan." Dan telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin asy-Sya'ir telah menceritakan kepada kami Yunus bin Muhammad telah menceritakan kepada kami al-Mu'tamir dari Bapaknya dari Yahya bin Ya'mar dari Ibnu Umar dari Umar dari Nabi dengan semisal hadits mereka."

    (HR. ABU DAWUD NO - 4057, 4075. AHMAD NO - 179, 346, 5414, 6019, 16541, 18382, 20946, 20993, 21620. BUKHARI NO - 7. MUSLIM NO - 9, 11. NASA'I NO - 4904.)


    Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya
    Dalam sebuah riwayat dikatakan:

    حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ وَإِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا

    عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

    قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ وَقَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ هُوَ ابْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ دَاوُدَ عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas[14] berkata, Telah menceritakan kepada kami Syu'bah[15] dari Abdullah bin Abu As Safar[16] dan Isma'il bin Abu Khalid dari Asy Sya'bi[17] dari Abdullah bin 'Amru[18] dari Nabi , bersabda: "Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah " Abu Abdullah berkata; dan Abu Mu'awiyyah berkata; Telah menceritakan kepada kami Daud, dia adalah anak Ibnu Hind, dari 'Amir berkata; aku mendengar Abdullah, maksudnya ibnu 'Amru, dari Nabi Dan berkata Abdul A'laa dari Daud dari 'Amir dari Abdullah dari Nabi .

    (HR. ABU DAUD NO - 2122. AHMAD NO - 6228, 6515, 6541, 6595, 6659, 6661, 6687, 6688, 6789, 8575, 15082, 22842. BUKHARI NO - 9, 10, 6003. MUSLIM NO - 57, 58, 59. NASA'I NO - 4909, 4910, 4913. TIRMIDZI NO - 2428, 2551, 2552. )


    Tanda-tanda keimanan adalah mencintai sahabat anshar
    Dalam sebuah riwayat dikatakan:

    حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو إِدْرِيسَ عَائِذُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَكَانَ شَهِدَ بَدْرًا وَهُوَ أَحَدُ النُّقَبَاءِ لَيْلَةَ الْعَقَبَةِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَحَوْلَهُ عِصَابَةٌ مِنْ أَصْحَابِهِ بَايِعُونِي عَلَى أَنْ لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا تَسْرِقُوا وَلَا تَزْنُوا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ وَلَا تَأْتُوا بِبُهْتَانٍ تَفْتَرُونَهُ بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَأَرْجُلِكُمْ وَلَا تَعْصُوا فِي مَعْرُوفٍ فَمَنْ وَفَى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعُوقِبَ فِي الدُّنْيَا فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا ثُمَّ سَتَرَهُ اللَّهُ فَهُوَ إِلَى اللَّهِ إِنْ شَاءَ عَفَا عَنْهُ وَإِنْ شَاءَ عَاقَبَهُ فَبَايَعْنَاهُ عَلَى ذَلِك

    Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman[19] berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib[20] dari Az Zuhri[21] berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Idris 'Aidzullah bin Abdullah[22], bahwa 'Ubadah bin Ash Shamit[23] adalah sahabat yang ikut perang Badar dan juga salah seorang yang ikut bersumpah pada malam Aqobah, dia berkata; bahwa Rasulullah bersabda ketika berada ditengah-tengah sebagian sahabat: "Berbai'atlah kalian kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kalian, tidak membuat kebohongan yang kalian ada-adakan antara tangan dan kaki kalian, tidak bermaksiat dalam perkara yang ma'ruf. Barangsiapa diantara kalian yang memenuhinya maka pahalanya ada pada Allah dan barangsiapa yang melanggar dari hal tersebut lalu Allah menghukumnya di dunia maka itu adalah kafarat baginya, dan barangsiapa yang melanggar dari hal-hal tersebut kemudian Allah menutupinya (tidak menghukumnya di dunia) maka urusannya kembali kepada Allah, jika Dia mau, dimaafkannya atau disiksanya". Maka kami membai'at Beliau untuk perkara-perkara tersebut.

    (HR. AD DARIMI NO - 2345. AHMAD NO - 6554, 17397, 19866, 19867, 21616, 21622, 21692, 25816, 25882, 26046. BUKHARI NO - 17, 3603, 3604, 3698, 4515, 6286, 6303, 6365, 6673, 6914. MUSLIM NO - 3224, 3225. NASA'I NO - 4010, 4091, 4107, 4139, 4916. TIRMIDZI NO - 1359, 2657, 3069.)


    Penjelasan tentang iman yang dengannya bisa memasukkan ke dalam surga
    Dalam sebuah riwayat dikatakan:

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ طَلْحَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو أَيُّوبَ

    أَنَّ أَعْرَابِيًّا عَرَضَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي سَفَرٍ فَأَخَذَ بِخِطَامِ نَاقَتِهِ أَوْ بِزِمَامِهَا ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي بِمَا يُقَرِّبُنِي مِنْ الْجَنَّةِ وَمَا يُبَاعِدُنِي مِنْ النَّارِ قَالَ فَكَفَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ نَظَرَ فِي أَصْحَابِهِ ثُمَّ قَالَ لَقَدْ وُفِّقَ أَوْ لَقَدْ هُدِيَ قَالَ كَيْفَ قُلْتَ قَالَ فَأَعَادَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ دَعْ النَّاقَةَ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ وَأَبُوهُ عُثْمَانُ أَنَّهُمَا سَمِعَا مُوسَى بْنَ طَلْحَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ هَذَا الْحَدِيثِ

    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair[24] telah menceritakan kepada kami bapakku[25] telah menceritakan kepada kami Amru bin Utsman[26] telah menceritakan kepada kami Musa bin Thalhah[27] dia berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Ayyub[28], bahwa seorang Badui menghalangi Rasulullah sedangkan beliau dalam suatu perjalanan, lalu dia mengambil tali kendali untanya atau tali kekangnya, kemudian dia berkata, 'Wahai Rasulullah, atau wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang sesuatu yang mendekatkanku dari surga dan sesuatu yang menjauhkanku dari neraka? ' Perawi berkata, 'Lalu Nabi berhenti kemudian melihat para sahabat-sahabatnya, kemudian bersabda: "Dia telah diberi taufik atau telah diberi hidayah.' Dia bertanya, 'Apa yang kamu katakan? ' Perawi berkata, 'Lalu dia mengulanginya'. Maka Nabi bersabda: "Kamu menyembah Allah, tidak mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturrahim, lalu tinggalkanlah unta tersebut'." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim dan Abdurrahman bin Bisyr keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Utsman bin Abdullah bin Mauhab dan bapaknya Utsman bahwa keduanya mendengar Musa bin Thalhah menceritakan dari Abu Ayyub dari Nabi dengan semisal hadits ini."

    (HR. AHMAD NO - 5592, 15321, 18364, 18374, 18422, 18436, 18441, 21008, 21705, 22082, 22407, 22437, 22448, 25901. BUKHARI NO - 1309, 1310, 5524. MUSLIM NO - 11, 14, 15, 16. NASA'I NO - 464, 4106, 4905.)


    Malu bagian dari iman
    Dalam sebuah riwayat dikatakan:

    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ وَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِي الْحَيَاءِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنْ الْإِيمَانِ

    Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf[29] berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik bin Anas[30] dari Ibnu Syihab[21] dari Salim bin Abdullah[31] dari bapaknya[12], bahwa Rasulullah berjalan melewati seorang sahabat Anshar yang saat itu sedang memberi pengarahan saudaranya tentang malu. Maka Rasulullah bersabda: "Tinggalkanlah dia, karena sesungguhnya malu adalah bagian dari iman".

    (HR. ABU DAUD NO - 4162. AHMAD NO - 4326, 4936, 6057, 9333, 10108, 21280. BUKHARI NO - 23, 5653. IBNU MAJAH NO - 57, 4174. MALIK NO - 1407. MUSLIM NO - 52. NASA'I NO - 4920, 4947. TIRMIDZI NO - 1932, 1950, 2540.)


    ”Maka jika mereka bertaubat, menegakkan shalat dan membayar zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan.”
    Dalam sebuah riwayat dikatakan:

    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمُسْنَدِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو رَوْحٍ الْحَرَمِيُّ بْنُ عُمَارَةَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ وَاقِدِ بْنِ مُحَمَّدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ عَنْ ابْنِ عُمَرَ

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

    Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad Al Musnadi[32] dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Abu Rauh Al Harami bin Umarah[33] berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah[15] dari Waqid bin Muhammad[34] berkata; aku mendengar bapakku[35] menceritakan dari Ibnu Umar[12], bahwa Rasulullah telah bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi; tidak ada ilah kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haq Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah"

    (HR. ABU DAUD NO - 1331, 2270, 2271. AD DARIMI NO - 2338. AHMAD NO - 64, 112, 232, 317, 7816, 8188, 8550, 9109, 9284, 9771, 9864, 10114, 10402, 10420, 12583, 12869, 13627, 13693, 14123, 14705.15573, 15576. BUKHARI NO - 24, 379, 1312, 6413, 6741. IBNU MAJAH NO - 70, 71, 3917, 3918. MUSLIM NO - 29, 30, 31, 32, 33. NASA'I NO - 2400, 3039, 3040, 3041, 3042, 3043, 3044, 3903, 3904, 3906, 3907, 3908, 3909, 3910, 3911, 3912, 3913, 3914, 3916, 3917, 3918, 4917. TIRMIDZI NO - 2531, 2532, 2533, 3264.)


    Perintah untuk memerangi manusia hingga manusia mengucapkan 'tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya
    Dalam sebuah riwayat dikatakan:

    حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتُخْلِفَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَهُ وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنْ الْعَرَبِ قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ لِأَبِي بَكْرٍ كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عِقَالًا كَانُوا يُؤَدُّونَهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهِ

    فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ رَأَيْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِلْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ

    Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id[36] telah menceritakan kepada kami Laits bin Sa'ad[37] dari Uqail dari az-Zuhri[38] dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud[21] dari Abu Hurairah[40] dia berkata, "Ketika Rasulullah meninggal dunia, dan Abu Bakar diangkat sebagai khalifah setelahnya, serta orang-orang kafir dari kalangan Arab melakukan kekufuran, maka Umar bin al-Khaththab[13] berkata kepada Abu Bakar, 'Bagaimana mungkin kamu akan memerangi manusia, sementara Rasulullah telah bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan, 'Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah', maka barangsiapa yang mengucapkan, 'Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah', maka sungguh dia telah menjaga harta dan jiwanya dari (seranganku) kecuali dengan hak Islam, dan hisabnya diserahkan kepada Allah.' Maka Abu Bakar berkata, 'Demi Allah, sungguh aku akan memerangi orang yang membedakan antara shalat dan zakat, karena zakat adalah (tuntuan) hak terhadap harta. Demi Allah, kalau mereka menghalangiku karena keengganan mereka sedangkan mereka pernah membayarnya kepada Rasulullah , aku tetap akan memerangi mereka karena keengganan mereka.' Maka Umar bin al-Khaththab berkata, 'Demi Allah tidaklah dia melainkan bahwa aku melihat Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi (mereka) lalu aku mengetahui bahwa ia adalah kebenaran'."

    (HR. ABU DAWUD NO - 1331, 2270, 2271. AD DARIMI NO - 2338. AHMAD NO - 64, 112, 232, 317, 7816, 8188, 8550, 9284, 9771, 9864, 10114, 10402, 10420, 12583, 12869, 13627, 13693, 14033, 14123, 14705, 15313, 15316, 15573, 15576. BUKHARI NO - 24, 407, 1312, 6413, 6741. IBNU MAJAH NO - 70, 71, 3917, 3918. MUSLIM NO - 29, 30, 31, 32, 33, 34. NASA'I NO - 2400, 3039, 3040, 3041, 3042, 3043, 3044, 3903, 3904, 3906, 3907, 3908, 3909, 3910, 3911, 3912, 3913, 3914, 3916, 3917, 3918, 4917. TIRMIDZI NO - 2531, 2532, 2533, 3264.)


    Dalil bahwa barangsiapa meninggal di atas tauhid akan masuk surga
    Dalam sebuah riwayat dikatakan:

    حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ كِلَاهُمَا عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنِي الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ حُمْرَانَ عَنْ عُثْمَانَ قَالَ

    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ الْوَلِيدِ أَبِي بِشْرٍ قَالَ سَمِعْتُ حُمْرَانَ يَقُولُ سَمِعْتُ عُثْمَانَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مِثْلَهُ سَوَاءً

    Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah[41] dan Zuhair bin Harb keduanya dari Ismail bin Ibrahim[42], Abu Bakar berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah dari Khalid[43] dia berkata, telah menceritakan kepada kami al-Walid bin Muslim[44] dari Humran[45] dari Utsman[46] dia berkata, "Rasulullah bersabda: "Barangsiapa meningggal sedangkan dia mengetahui bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, niscaya dia masuk surga." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakar al-Muqaddami telah menceritakan kepada kami Bisyr bin al-Mufadldlal telah menceritakan kepada kami Khalid al-Hadzdza' dari al-Walid Abu Bisyr dia berkata, aku mendengar Humran berkata, aku mendengar Utsman berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda sama seperti itu."

    (HR. ABU DAWUD NO - 2709. AHMAD NO - 434, 467, 11882, 15329. MUSLIM NO - 38, 39, 1655. )


    Bertambah dan berkurangnya iman
    Dalam sebuah riwayat dikatakan:

    حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ

    عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ شَعِيرَةٍ مِنْ خَيْرٍ وَيَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ بُرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ وَيَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ

    قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ قَالَ أَبَانُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنَا أَنَسٌ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِيمَانٍ مَكَانَ مِنْ خَيْرٍ

    Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim[47] berkata, telah menceritakan kepada kami Hisyam[48] berkata, telah menceritakan kepada kami Qotadah[49] dari Anas[50] dari Nabi , beliau bersabda: "Akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada Ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar jemawut. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji gandum. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji sawi. Abu Abdullah berkata; Aban berkata; Telah menceritakan kepada kami Qotadah Telah menceritakan kepada kami Anas dari Nabi , beliau bersabda. Dan kata iman di dalam hadits ini diganti dengan kata kebaikan.

    (HR. AHMAD NO - 12310, 13419. BUKHARI NO - 42. IBNU MAJAH NO - 4303. MUSLIM NO - 285. TIRMIDZI NO - 2518.)


    Pertanyaan malaikat Jibril kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang iman, Islam, Ihsan dan pengetahuan akan hari qiyamat
    Dalam sebuah riwayat dikatakan:

    حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا أَبُو حَيَّانَ التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ

    كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ مَا الْإِيمَانُ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَبِلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ قَالَ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ قَالَ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ وَسَأُخْبِرُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الْأَمَةُ رَبَّهَا وَإِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ الْإِبِلِ الْبُهْمُ فِي الْبُنْيَانِ فِي خَمْسٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ تَلَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    { إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ }

    الْآيَةَ ثُمَّ أَدْبَرَ فَقَالَ رُدُّوهُ فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا فَقَالَ هَذَا جِبْرِيلُ جَاءَ يُعَلِّمُ النَّاسَ دِينَهُمْ

    قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ جَعَلَ ذَلِك كُلَّهُ مِنْ الْإِيمَانِ

    Telah menceritakan kepada kami Musaddad[51] berkata, Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim[52] telah mengabarkan kepada kami Abu Hayyan At Taimi[53] dari Abu Zur'ah[54] dari Abu Hurairah[40] berkata; bahwa Nabi pada suatu hari muncul kepada para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril 'Alaihis Salam yang kemudian bertanya: "Apakah iman itu?" Nabi menjawab: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari berbangkit". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah Islam itu?" Jawab Nabi : "Islam adalah kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, kamu dirikan shalat, kamu tunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadlan". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah ihsan itu?" Nabi menjawab: "Kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu". (Jibril 'Alaihis salam) berkata lagi: "Kapan terjadinya hari kiamat?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Yang ditanya tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi aku akan terangkan tanda-tandanya; (yaitu); jika seorang budak telah melahirkan tuannya, jika para penggembala unta yang berkulit hitam berlomba-lomba membangun gedung-gedung selama lima masa, yang tidak diketahui lamanya kecuali oleh Allah". Kemudian Nabi membaca: "Sesungguhnya hanya pada Allah pengetahuan tentang hari kiamat" (QS. Luqman: 34). Setelah itu Jibril 'Alaihis salam pergi, kemudian Nabi berkata; "hadapkan dia ke sini." Tetapi para sahabat tidak melihat sesuatupun, maka Nabi bersabda; "Dia adalah Malaikat Jibril datang kepada manusia untuk mengajarkan agama mereka." Abu Abdullah berkata: "Semua hal yang diterangkan Beliau dijadikan sebagai iman.

    (HR. AHMAD NO - 186, 352, 9137. BUKHARI NO - 48, 4404. IBNU MAJAH NO - 63. MUSLIM NO - 10. TIRMIDZI NO - 2535.)



    Bersambung Klik di sini

    Musnad Hadits:


    Sanad Bukhari

    (1) Nama Lengkap : Abdullah bin Muhammad bin 'Abdullah bin Ja'far bin Al Yaman

    Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua

    Kuniyah : Abu Ja'far

    Negeri semasa hidup : Bukhara

    Wafat : 229 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Abu Hatim; Shaduuq

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar; tsiqoh hafidz

    Adz Dzahabi; Hafizh


    (2) Nama Lengkap : Abdul Malik bin 'Amru

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu 'Amir

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 204 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Adz Dzahabi; Hafizh

    Ibnu Hajar; tsiqah

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Abu Hatim; Shaduuq

    An Nasa'i; tsiqah ma`mun

    Ibnu Sa'ad; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat


    (3) Nama Lengkap : Sulaiman bin Bilal

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu Muhammad

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 172 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Ya'kub Ibnu Syaibah; Tsiqah

    An Nasa'i; Tsiqah

    Ibnu 'Adi; Tsiqah

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Syahin; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ahmad bin Hambal; la ba`sa bih

    Adz Dzahabi; tsiqah Imam


    (4) Nama Lengkap : "Abdullah bin Dinar, maula Ibnu 'Umar"

    Kalangan : Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu 'Abdur Rahman

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 127 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ahmad bin Hambal; Tsiqah

    Abu Hatim; Tsiqah

    Abu Zur'ah; Tsiqah

    An Nasa'i; Tsiqah

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Ibnu Sa'd; Tsiqah

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar Al Atsqalani; Tsiqah


    (5) Nama Lengkap : Dzakwan

    Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu Shalih

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 101 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Abu Zur'ah; mustaqiimul hadist

    Muhammad bin Sa'd; Tsiqah banyak haditsnya

    As Saaji; Tsiqah Shaduuq

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqah tsabat

    Adz Dzahabi; Termasuk dari imam-imam Tsiqah


    (6) Nama Lengkap : Abdur Rahman bin Shakhr

    Kalangan : Shahabat

    Kuniyah : Abu Hurairah

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 57 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Shahabat


    Sanad Muslim

    (7) Nama Lengkap : Zuhair bin Harb bin Syaddad

    Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua

    Kuniyah : Abu Khaitsamah

    Negeri semasa hidup : Baghdad

    Wafat : 234 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    An Nasa'i; tsiqah ma`mun

    Ibnu Wadldlah; Tsiqah

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsiqah Tsabat

    Abu Hatim; Shaduuq

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Adz Dzahabi; Alhafidz


    (8) Nama Lengkap : Waki' bin Al Jarrah bin Malih

    Kalangan : Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu Sufyan

    Negeri semasa hidup : Kufah

    Wafat : 196 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Ya'kub bin Syaibah; Hafizh

    Ibnu Sa'd; tsiqah ma`mun

    Ibnu Hibban; Hafizh

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqah ahli ibadah

    Adz Dzahabi; seorang tokoh


    (9) Nama Lengkap : Kahmas bi Al Hasan

    Kalangan : Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu Al Hasan

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 149 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ahmad bin Hambal; Tsiqah

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Abu Daud; Tsiqah

    Abu Hatim; la ba`sa bih

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Sa'd; Tsiqah

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsiqah

    Adz Dzahabi; Tsiqah


    (10) Nama Lengkap : Abdullah bin Al Buraidah bin Al Hushaib

    Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu Sahal

    Negeri semasa hidup : Himsh

    Wafat : 115 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Abu Hatim; Tsiqah

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Ibnu Hajar Al Atsqalani; Tsiqah

    Adz Dzahabi; Tsiqah


    (11) Nama Lengkap : Yahya bin Ya'mar

    Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu Sulaiman

    Negeri semasa hidup : Himsh

    Wafat : 89 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Abu Zur'ah; Tsiqah

    Abu Hatim; Tsiqah

    An Nasa'i; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Sa'd; Tsiqah

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqah fasih

    Adz Dzahabi; Tsiqah


    (12) Nama Lengkap : Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail

    Kalangan : Shahabat

    Kuniyah : Abu 'Abdur Rahman

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 73 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ibnu Hajar Al Atsqalani; Shahabat

    Adz Dzahabi; Shahabat


    (13) Nama Lengkap : Umar bin Al Khaththab bin Nufail

    Kalangan : Shahabat

    Kuniyah : Abu Hafsh

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 23


    Komentar Ulama' Tentangnya: Shahabat

    Sanad Bukhari

    (14) Nama Lengkap : Adam bin Abu Iyas

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu Al Hasan

    Negeri semasa hidup : Baghdad

    Wafat : 220 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Abu Daud; Tsiqah

    An Nasa'i; la ba`sa bih

    Abu Hatim; "tsiqah terpercaya ahli ibadah, termasuk hamba-hamba Allah yang terbaik"

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqah ahli ibadah

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Ibnu Hibban; Tsiqah


    (15) Nama Lengkap : Syu'bah bin Al Hajjaj bin Al Warad

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua

    Kuniyah : Abu Bistham

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 160 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Al 'Ajli; tsiqah tsabat

    Ibnu Sa'd; tsiqah ma`mun

    Abu Daud; tidak ada seorangpun yang lebih baik haditsnya dari padanya

    Ats Tsauri; amirul mukminin fil hadits

    Ibnu Hajar Al Atsqalani; tsiqoh hafidz

    Adz Dzahabi; tsabat hujjah


    (16) Nama Lengkap : Abdullah bin Abi As Safar Sa'id bin Yahmad

    Kalangan : Tabi'in (tdk jumpa Shahabat)

    Kuniyah : -

    Negeri semasa hidup : Kufah

    Wafat : -


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    An Nasa'i; Tsiqah

    Ibnu Sa'd; Tsiqah

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsiqah

    Adz Dzahabi; Tsiqah


    (17) Nama Lengkap : Amir bin Syarahil

    Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu 'Amru

    Negeri semasa hidup : Kufah

    Wafat : 104 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Abu Zur'ah; Tsiqah

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqah masyhur

    Adz Dzahabi; seorang tokoh


    (18) Nama Lengkap : Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash bin Wa'il

    Kalangan : Shahabat

    Kuniyah : Abu Muhammad

    Negeri semasa hidup : Maru

    Wafat : 63 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ibnu Hajar Al Atsqalani; Shahabat

    Adz Dzahabi; Shahabat


    Sanad Bukhari

    (19) Nama Lengkap : Al Hakam bin Nafi'

    Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua

    Kuniyah : Abu Al Yaman

    Negeri semasa hidup : Syam

    Wafat : 222 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Abu Hatim Ar Rozy; Tsiqah Shaduuq

    Al 'Ajli; la ba`sa bih

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat


    (20) Nama Lengkap : Syu'aib bin Abi Hamzah Dinar

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua

    Kuniyah : Abu Bisyir

    Negeri semasa hidup : Syam

    Wafat : 162 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ahmad bin Hambal; tsabat shalih

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Ya'kub bin Syaibah; Tsiqah

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Abu Hatim; Tsiqah

    An Nasa'i; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar Al Atsqalani; tsiqah ahli ibadah

    Adz Dzahabi; Hafizh


    (21) Nama Lengkap : Muhammad bin Muslim bin 'Ubaidillah bin 'Abdullah bin Syihab

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu Bakar

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 124 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; faqih hafidz mutqin

    Adz Dzahabi; seorang tokoh


    (22) Nama Lengkap : A'idzulloh bin 'Abdullah

    Kalangan : Tabi'in kalangan tua

    Kuniyah : Abu Idris

    Negeri semasa hidup : Syam

    Wafat : 80 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Abu Hatim; Tsiqah

    Ibnu Sa'd; Tsiqah

    An Nasa'i; Tsiqah

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Ibnu Hibban; Tsiqah

    Adz Dzahabi; seorang tokoh


    (23) Nama Lengkap : Ubadah bin Ash Shamit bin Qais

    Kalangan : Shahabat

    Kuniyah : Abu Al Wlid

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 34 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Shahabat

    Adz Dzahabi; Shahabat


    Sanad Muslim

    (24) Nama Lengkap : Muhammad bin 'Abdullah bin Numair

    Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua

    Kuniyah : Abu 'Abdur Rahman

    Negeri semasa hidup : Kufah

    Wafat : 234 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Abu Hatim; Tsiqah

    An Nasa'i; tsiqah ma`mun

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqoh hafidz

    Adz Dzahabi; Hafizh


    (25) Nama Lengkap : Abdullah bin Numair

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu Hisyam

    Negeri semasa hidup : Kufah

    Wafat : 199 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; tsiqah

    Abu Hatim; Mustaqimul hadits

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar; tsiqah

    Adz Dzahabi; Hujjah


    (26) Nama Lengkap : Amru bin 'Utsman bin 'Abdullah bin Mawhab

    Kalangan : Tabi'in (tdk jumpa Shahabat)

    Kuniyah : Abu Sa'id

    Negeri semasa hidup : Kufah

    Wafat : -


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Abu Hatim; Shalih

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsiqah

    Adz Dzahabi; mentsiqahkannya


    (27) Nama Lengkap : Musa bin Thalhah bin 'Ubaidillah/span>

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu 'Isa

    Negeri semasa hidup : Kufah

    Wafat : 103 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqah jalil

    Adz Dzahabi; "tsiqah waqur, ahli ibadah"


    (28) Nama Lengkap : Khalid bin Zaid bin Kulaib

    Kalangan : Shahabat

    Kuniyah : Abu Ayyub

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 50 H


    Komentar Ulama' Tentangnya: Shahabat

    Sanad Bukhari

    (29) Nama Lengkap : Abdullah bin Yusuf

    Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua

    Kuniyah : Abu Muhammad

    Negeri semasa hidup : Maru

    Wafat : 218 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Al 'Ajli; tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar; tsiqah

    Adz Dzahabi; Hafizh


    (30) Nama Lengkap : Malik bin Anas bin Malik bin Abi 'Amir

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua

    Kuniyah : Abu 'Abdullah

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 179 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Muhammad bin Sa'd; tsiqah ma`mun


    (31) Nama Lengkap : Salim bin 'Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab

    Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu 'Umar

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 106 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Muhammad bin Sa'd; Tsiqah

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsabat 'Abid Fadil

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; salah Satu Ahli fikih yg tujuh


    Sanad Bukhari

    (32) Nama Lengkap : Abdullah bin Muhammad bin 'Abdullah bin Ja'far bin Al Yaman

    Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua

    Kuniyah : Abu Ja'far

    Negeri semasa hidup : Bukhara

    Wafat : 229 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Abu Hatim; Shaduuq

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar; tsiqoh hafidz

    Adz Dzahabi; Hafizh


    (33) Nama Lengkap : Haramiy bin 'Imarah bin Abi Hafshah

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu Rauh

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 201 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Shaduuq

    Al 'Uqaili; disebutkan dalam adl dlu'afa

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Shaduuq Yuham

    Adz Dzahabi; Tsiqah


    (34) Nama Lengkap : Waqid bin Muhammad bin Zaid bin 'Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab

    Kalangan : Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : -

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : -


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ahmad bin Hambal; Tsiqah

    Abu Daud; Tsiqah

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Abu Hatim; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsiqah

    Adz Dzahabi; Tsiqah


    (35) Nama Lengkap : Muhammad bin Zaid bin 'Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab

    Kalangan : Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : -

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : -


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Abu Zur'ah; Tsiqah

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat


    Sanad Muslim

    (36) Nama Lengkap : Qutaibah bin Sa'id bin Jamil bin Tharif bin 'Abdullah

    Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua

    Kuniyah : Abu Raja'

    Negeri semasa hidup : Himsh

    Wafat : 240 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Abu Hatim; Tsiqah

    An Nasa'i; Tsiqah

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsiqah Tsabat


    (37) Nama Lengkap : Laits bin Sa'ad bin 'Abdur Rahman

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua

    Kuniyah : Abu Al Harits

    Negeri semasa hidup : Maru

    Wafat : 175 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Ahmad bin Hambal; Tsiqah

    Abu Zur'ah; Tsiqah

    Muhammad bin Sa'd; Tsiqah

    Ibnu Madini; Tsiqah Tsabat


    (38) Nama Lengkap : Uqail bin Khalid bin 'Uqail

    Kalangan : Tabi'in (tdk jumpa Shahabat)

    Kuniyah : Abu Khalid

    Negeri semasa hidup : Syam

    Wafat : 144 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ahmad bin Hambal; Tsiqah

    An Nasa'i; tsiqah

    Abu Zur'ah; shaduuq tsiqah

    Abu Hatim; la ba`sa bih

    Al 'Ajli; tsiqah

    Al 'Uqaili; Shaduuq

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'Ats Tsiqat'


    (39) Nama Lengkap : Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud

    Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu 'Abdullah

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 98 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Al 'Ajli; tsiqah

    Abu Zur'ah; tsiqah ma'mun imam

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar; tsiqah faqih tsabat

    Adz Dzahabi; salah satu lautan ilmu


    (40) Nama Lengkap : Abdur Rahman bin Shakhr

    Kalangan : Shahabat

    Kuniyah : Abu Hurairah

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 57 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Shahabat


    Sanad Muslim

    (41) Nama Lengkap : Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim bin 'Utsman

    Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua

    Kuniyah : Abu Bakar

    Negeri semasa hidup : Kufah

    Wafat : 235 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ahmad bin Hambal; Shaduuq

    Abu Hatim; tsiqah


    (42) Nama Lengkap : Isma'il bin Ibrahim bin Muqsim

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu Bisyir

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 193 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Syu'bah; Sayyidul Muhadditsin

    Yahya bin Ma'in; tsiqah ma`mun

    Muhammad bin Sa'd; Tsiqah tsabat hujjah

    Abdurrahman bin Mahdi; dia lebih kuat dari Husyaim

    Yahya bin Ma'in; tsiqah ma`mun

    Abu Daud; "tidak ada seorang muhaddits kecuali melakukan kesalahan, kecuali Ibnu 'Ulaiyah dan Bisyr bin al Mufadldlal"

    Yahya bin Said; Lebih kuat daripada Wuhaib

    As Saji; Perlu dikoreksi ulang

    An Nasa'i; Tsiqah tsabat

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; dlaif

    Adz Dzahabi; dlaif


    (43) Nama Lengkap : Khalid bin Mihran

    Kalangan : Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu Al Manazil

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 141 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ahmad bin Hambal; Tsabat

    An Nasa'i; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Al 'Ajli; Bashari Tsiqah

    Adz Dzahabi; Alhafidz tsiqah Imam

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsiqah Yursi


    (44) Nama Lengkap : Al Walid bin Muslim bin Syihab

    Kalangan : Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu Bisyir

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : -


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Abu Hatim; Tsiqah

    Adz Dzahabi; Tsiqah

    Ibnu Hibban; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'Ats Tsiqat'


    (45) Nama Lengkap : "Humran bin Abban, maula 'Utsman"

    Kalangan : Tabi'in kalangan tua

    Kuniyah : -

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 76 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Adz Dzahabi; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Al Bukhari; disebutkan dalam adl dlu'afa

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsiqah


    (46) Nama Lengkap : Utsman bin 'Affan bin Abi Al 'Ash bin Umayyah

    Kalangan : Shahabat

    Kuniyah : Abu 'Amru

    Negeri semasa hidup : Madinah

    Wafat : 35 H


    Komentar Ulama' Tentangnya: Shahabat

    (47) Nama Lengkap : Muslim bin Ibrahim

    Kalangan : Tabi'in kalangan tua

    Kuniyah : Abu 'Amru

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 222 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; tsiqah ma`mun

    Abu Hatim; tsiqah shaduuq

    Ibnu Sa'd; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqah ma`mun

    Adz Dzahabi; Hafizh


    (48) Nama Lengkap : Hisyam bin Abi 'Abdullah Sanbar

    Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu Bakar

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 154 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Ibnu Sa'd; tsiqah tsabat

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqah tsabat

    Adz Dzahabi; Hafizh


    (49) Nama Lengkap : Qatadah bin Da'amah bin Qatadah

    Kalangan : Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu Al Khaththab

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 117 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Muhammad bin Sa'd; tsiqah ma`mun

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqah tsabat

    Adz Dzahabi; Hafizh


    (50) Nama Lengkap : Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram

    Kalangan : Shahabat

    Kuniyah : Abu Hamzah

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 91 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Shahabat


    Sanad Bukhari

    (51) Nama Lengkap : Musaddad bin Musrihad bin Musribal bin Mustawrid

    Kalangan : Tabi'in kalangan biasa

    Kuniyah : Abu Al Hasan

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 228 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Shaduuq

    Ahmad bin Hambal; Shaduuq

    An Nasa'i; Tsiqah

    Al 'Ajli; Tsiqah

    Abu Hatim; Tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqoh hafidz

    Adz Dzahabi; Hafizh


    (52) Nama Lengkap : Isma'il bin Ibrahim bin Muqsim

    Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu Bisyir

    Negeri semasa hidup : Bashrah

    Wafat : 193 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Syu'bah; Sayyidul Muhadditsin

    Yahya bin Ma'in; tsiqah ma`mun

    Muhammad bin Sa'd; Tsiqah tsabat hujjah

    Abdurrahman bin Mahdi; dia lebih kuat dari Husyaim

    Yahya bin Ma'in; tsiqah ma`mun

    Abu Daud; "tidak ada seorang muhaddits kecuali melakukan kesalahan, kecuali Ibnu 'Ulaiyah dan Bisyr bin al Mufadldlal"

    Yahya bin Said; Lebih kuat daripada Wuhaib

    As Saji; Perlu dikoreksi ulang

    An Nasa'i; Tsiqah tsabat

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; dlaif

    Adz Dzahabi; dlaif


    (53) Nama Lengkap : Yahya bin Sa'id bin Hayyan

    Kalangan : Tabi'in (tdk jumpa Shahabat)

    Kuniyah : Abu Hayyan

    Negeri semasa hidup : Kufah

    Wafat : 145 H


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Al 'Ajli; tsiqah shalih

    Abu Hatim; shalih

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    An Nasa'i; tsiqah tsabat

    Ya'kub bin Sufyan; tsiqah ma`mun

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; tsiqah ahli ibadah

    Adz Dzahabi; imam tsabat


    (54) Nama Lengkap : Abu Zur'ah bin 'Amru bin Jarir bin 'Abdullah

    Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan

    Kuniyah : Abu Zur'ah

    Negeri semasa hidup : Kufah

    Wafat : -


    Komentar Ulama' Tentangnya:

    Yahya bin Ma'in; Tsiqah

    Ibnu Kharasy; shaduuq tsiqah

    Ibnu Hibban; disebutkan dalam 'ats tsiqaat

    Ibnu Hajar al 'Asqalani; Tsiqah



    . . . . . . . . .





    Back to The Title

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to top